off the mike on the blog

seorang penyiar radio dan dunianya

Mmm…

Ditulis oleh JaF / Rane di/pada Februari 3, 2005

Dunia radio sekarang sangat terbantu dengan piranti-piranti lunak pengeditan suara/sound editing seperti cool edit, pro tools, atau dalet. Dengan piranti semacam ini, mengedit musik, hasil wawancara atau produksi program menjadi sangat mudah. Namun sayangnya kemudahan-kemudahan ini seringkali menghilangkan ‘jiwa’ dan ’seni’ dari sebuah produksi radio.

Contoh paling gampang adalah dalam mengedit hasil wawancara. Sejak lama seolah ada semacam ‘kesepakatan’ di kalangan praktisi radio siaran bahwa bunyi-bunyi seperti seperti “mmm…” atau suara menarik nafas adalah suatu hal yang mengganggu dan harus dibuang agar hasil wawancara nampak lebih bagus dan lancar atau juga demi pertimbangan durasi yang terbatas.

Ya sebenarnya sih bebas-bebas saja. Tapi saya termasuk yang memilih untuk tidak setuju dengan teknik semacam ini. Bagi saya, yang harus ditampilkan dari wawancara dengan nara sumber bukan saja isi wawancara itu sendiri tapi juga sosok si nara sumber secara utuh dan itu tercermin dari gaya bicaranya. Bayangkan apa jadinya kalau suara sosok mantan Mensesneg Moerdiono di edit unsur ‘mmm..’ nya? Bukan Moerdiono lagi karena memang itulah ciri khas Pak Moer kalau sedang bicara.

Memang ada pertimbangan lain yakni durasi. Lagi-lagi saya ambil sosok Moerdiono. Sosok seperti Pak Moer ini kalau bicara memang sangat boros durasi karena bicaranya yang lambat dan penuh dengan ‘mmm…’. Itu harus diakui. Tapi ketimbang membuang ciri khas ‘mmm..’ nya yang terkenal itu demi kepentingan durasi, saya memilih untuk memotong lebih banyak hasil wawancara dengannya dan memindahkan sisanya ke dalam naskah siaran yang nanti dibacakan oleh penyiar atau narator.

Kenapa Moerdiono yang jadi contoh? Ini karena dalam pengalaman saya di dunia radio, beliau ini termasuk pemegang ‘rekor’ ‘mmm…’ terbanyak. Bicaranya pun cenderung lambat dan tak jelas. Jadi sangat tepat untuk menjadi contoh ekstrim.

Intinya, saya percaya bahwa yang namanya wawancara itu bukan sekedar isi dari apa yang diucapkan si nara sumber tapi juga ‘bunyi-bunyi’ lain yang seringkali dianggap mengganggu dan perlu dibuang tapi tidak buat saya. Saya percaya bahwa menampilkan suara si nara sumber seperti apa adanya adalah jauh lebih penting.

Dulu, saat geng Cendana masih berkuasa, mendapatkan wawancara dengan putra-putri si ‘babeh’ sangat amat susah. Nah, kebetulan waktu tugas di DPR, saya dan teman-teman pernah nekat sok akrab mencoba mendekati Mbak Tutut untuk minta statement beliau tentang jalannya sidang MPR yang sedang berlangsung. Si mbak cuma menghela nafas disusul kata-kata ‘Opo toh?’. Kecewa? Ndak juga. Justru buat ukuran wartawan radio pemula seperti saya waktu itu, helaan nafas si mbak menjadi sesuatu yang berharga. Kebetulan tape recorder saya dekat sekali dengan si mbak itu hingga suaranya terdengar jelas. Maka jadilah suara helaan nafas dan ‘opo toh?’ itu menjadi bagian dari program saya.

Saya masih ingat bagian dari naskah program saya yang menyertakan suara Mbak Tutut itu. Kurang lebih begini..

..ketika dimintai pendapatnya, Siti Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut enggan memberikan komentar..

sot: hehhhh… opo toh?

Cuma itu yang diucapkan, tapi rasanya sudah cukup mewakili sosok si mbak. Paling tidak saya merasa pernah mewawancarai beliau dan tak di telepon sama kodim pula.. hehehe **

——–

Catatan:

Bicara soal software sound editing, saya baru menemukan software sound editor yang sederhana tapi lumayan ampuh dan gratis. Itu yang paling penting! Namanya WAVEPAD. Bisa edit macam-macam format (wav, mp3, aiff dll.), bisa rip dari CD, ada sound effect yang lumayan dan juga bisa burn hasilnya ke cd. Saya sudah download dan lagi mencoba. Mungkin nanti saya tulis di sini. Kalau mau download, silahkan ambil di sini.

Selamat mencoba!

Satu Tanggapan ke “Mmm…”

  1. volvo no insurance Berkata:

    volvo no insurance

    oiliest!mine,Woodberry,Anglo.Christianizers Gomez

Tinggalkan Balasan

XHTML: kamu dapat menggunakan tag-tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>